Longsor di Punggaluku Putus Total Jalan Irigasi Konawe Selatan

KONAWE SELATAN – Hujan deras berhari-hari memperparah kondisi tanah di Kecamatan Punggaluku, Konawe Selatan. Jalan Irigasi yang sebelumnya hanya rusak ringan kini amblas hingga memutus total badan jalan pada Jumat (26/9/2025) malam.
Akses jalan utama yang berjarak sekitar 51 kilometer dari Kendari itu tidak bisa dilewati, terutama oleh kendaraan roda empat. Pihak kepolisian pun bergerak cepat untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Kondisi Terkini dan Peringatan Polisi
Satuan Lalu Lintas Polres Konawe Selatan telah memasang garis polisi di lokasi. Kasat Lantas, Iptu Muh Subhan, menegaskan kondisi jalan sangat berbahaya dan tidak boleh dilintasi.
“Kami mengimbau seluruh pengendara, terutama roda empat, agar mencari jalur alternatif lain. Jalan ini sudah tidak memungkinkan dilewati setelah longsor semakin parah akibat hujan,” kata Iptu Subhan.
Menurutnya, imbauan ini penting agar masyarakat terhindar dari risiko kecelakaan maupun longsor susulan.
Kronologi Longsor: Dari Kubangan Jadi Jurang
Kerusakan jalan sebenarnya sudah muncul sejak dua bulan lalu. Awalnya hanya berupa kubangan kecil. Namun, tanpa ada penanganan berarti dan terus diguyur hujan deras, kerusakan makin parah.
Air hujan mengikis pondasi jalan hingga akhirnya runtuh. Akibatnya, jalur vital tersebut benar-benar terputus. Kejadian ini memperlihatkan lemahnya infrastruktur di daerah rawan bencana saat menghadapi cuaca ekstrem.
Dampak dan Imbauan Keselamatan
Putusnya akses jalan membuat mobilitas warga terganggu. Aktivitas ekonomi juga ikut terhambat karena warga harus memutar lewat jalur alternatif yang lebih jauh.
Polisi bersama instansi terkait meminta masyarakat tidak menerobos lokasi longsor. Kepatuhan pada rambu peringatan sangat penting demi keselamatan bersama.
Kesimpulan
Bencana longsor di Jalan Irigasi Punggaluku menjadi pengingat akan ancaman hidrometeorologi di Konawe Selatan. Saat ini, fokus utama adalah menjaga keselamatan pengguna jalan melalui pengalihan arus lalu lintas. Namun, ke depan pemerintah daerah perlu menyiapkan solusi permanen agar insiden serupa tidak terulang.
Sudut Pandang Redaksi
Longsor di Punggaluku bukan sekadar bencana, melainkan cermin dari lemahnya sistem infrastruktur menghadapi perubahan iklim. Kerusakan awal sudah terlihat dua bulan lalu. Sayangnya, langkah serius baru diambil setelah akses jalan putus total.
Respons cepat Satlantas patut diapresiasi, tetapi sifatnya hanya sementara. Solusi jangka panjang ada di tangan pemerintah daerah. Audit menyeluruh terhadap titik rawan longsor perlu segera dilakukan. Pertanyaan mendasar muncul: apakah drainase jalan sudah memadai? Apakah dibutuhkan talud penahan di lokasi rawan?
Menunggu bencana terjadi baru bertindak bukan pilihan. Investasi dalam mitigasi bencana dan pemeliharaan infrastruktur harus dipandang sebagai prioritas. Dengan demikian, nyawa masyarakat terlindungi dan roda ekonomi tetap berputar.




