BeritaDaerahKonawesultra

Wujudkan Lahan Produktif, Pemda Konawe Hibahkan 10 Hektar untuk Program Ketahanan Pangan Narapidana

Konawe.info, KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program strategis nasional. Pemda resmi menghibahkan lahan seluas 10 hektar kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tenggara. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk program pertanian produktif sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kesepakatan ini diformalkan dalam pertemuan di Gedung Bappeda Konawe pada Kamis (25/9/2025). Acara tersebut dihadiri Bupati Konawe, Yusran Akbar, serta Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi.

Sinergi Strategis untuk Pemberdayaan

Bupati Konawe, Yusran Akbar, menegaskan penyediaan lahan ini adalah bagian dari visi pemerintah daerah. Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur harus dioptimalkan untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“Kami menyiapkan lahan 10 hektar ini untuk diolah bersama oleh Rutan Unaaha. Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan sosial,” ungkap Yusran Akbar.

Dengan demikian, program ini tidak berhenti pada produksi pangan semata, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan sumber daya manusia.

Lahan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi

Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi, mengapresiasi penuh dukungan dari Pemda Konawe. Ia menyebut program ini sebagai inovasi dalam pembinaan warga binaan.

“Lahan ini akan menjadi sarana asimilasi sekaligus edukasi. Warga binaan akan dilibatkan secara langsung sehingga mereka memperoleh keterampilan pertanian yang aplikatif. Bekal ini penting agar mereka bisa mandiri setelah kembali ke masyarakat,” jelas Sulardi.

Selain itu, lahan produktif tersebut akan berfungsi sebagai media rehabilitasi. Artinya, proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pembekalan keterampilan yang bermanfaat.

Mekanisme Implementasi dan Manfaat Ganda

Kepala Rutan Unaaha menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengelola lahan hibah tersebut. Seluruh tahapan, mulai dari pembukaan lahan, penanaman, hingga panen, akan masuk dalam program pembinaan narapidana.

“Kami siap mengerahkan warga binaan untuk mengolah lahan ini secara produktif. Hasil panen akan diprioritaskan untuk kebutuhan pangan di Rutan. Jika ada surplus, akan didistribusikan untuk masyarakat sekitar,” terangnya.

Dengan begitu, manfaat program ini akan dirasakan ganda. Pertama, mendukung kebutuhan internal lembaga pemasyarakatan. Kedua, memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan masyarakat Konawe.

Kesimpulan

Kolaborasi antara Pemda Konawe dan Kanwil Ditjenpas Sultra merupakan model sinergi lintas sektor yang produktif. Lahan tidur diubah menjadi lahan pertanian yang dikelola warga binaan. Program ini mengintegrasikan tiga tujuan: mendukung ketahanan pangan, memberdayakan narapidana, serta mengoptimalkan aset daerah.

Langkah selanjutnya adalah pembahasan teknis agar program berjalan sesuai rencana. Jika konsisten, manfaatnya akan terasa luas bagi masyarakat dan sistem pemasyarakatan.


Sudut Pandang Redaksi

Inisiatif ini patut mendapat perhatian serius. Hibah lahan 10 hektar bukan hanya agenda seremonial, tetapi cermin dari perubahan paradigma dalam dua isu besar: pemasyarakatan dan pemanfaatan aset daerah.

Pertama, program ini mengusung konsep keadilan produktif. Lembaga pemasyarakatan tidak lagi sebatas tempat isolasi. Sebaliknya, ia bertransformasi menjadi pusat rehabilitasi yang menghasilkan tenaga terampil sekaligus produk pangan nyata.

Kedua, program ini menegaskan pentingnya mengelola “lahan tidur” agar tidak menjadi aset mati. Dengan kreativitas dan komitmen politik, aset yang terabaikan bisa diubah menjadi solusi atas masalah krusial seperti ketahanan pangan.

Namun, tantangan ke depan terletak pada implementasi. Konsistensi pembinaan, pemilihan komoditas yang tepat, serta manajemen pascapanen akan sangat menentukan keberhasilan. Jika berhasil, model Konawe layak direplikasi secara nasional.

Pada akhirnya, program ini adalah investasi sosial. Hasilnya bukan hanya berupa panen, melainkan transformasi manusia dan penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button