Profil Lengkap Kabupaten Konawe Evolusi Administratif, Dinamika Ekonomi Pasca-Pemekaran
Kabupaten Konawe: Evolusi Administratif, Dinamika Ekonomi Pasca-Pemekaran, Alam dan Warisan Budaya

Kabupaten Konawe adalah salah satu daerah penting di Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki sejarah panjang, potensi ekonomi strategis, dan peran sentral dalam pembangunan kawasan. Dengan ibukota Unaaha, Konawe menjadi pusat pemerintahan, sekaligus wilayah dengan kekayaan sumber daya alam, pertanian, perikanan, hingga destinasi wisata yang potensial. Artikel ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai sejarah, kepala daerah, ekonomi, pariwisata, serta arah kebijakan pembangunan Konawe 2024–2026.
Sejarah Administratif Kabupaten Konawe
Kabupaten Konawe awalnya bernama Kabupaten Kendari, yang dibentuk pada 4 Juli 1959 sesuai UU Nomor 29 Tahun 1959. Wilayah ini semula mencakup sebagian besar kawasan tengah Sulawesi Tenggara.
Perubahan besar terjadi pada 2004, saat melalui PP Nomor 26 Tahun 2004, nama Kabupaten Kendari resmi berubah menjadi Kabupaten Konawe dengan ibukota dipindahkan ke Unaaha. Kota Kendari kemudian berdiri sebagai kotamadya yang terpisah.
Secara geografis, Konawe memiliki luas wilayah daratan sekitar 5.302,86 km² yang terbagi ke dalam 30 kecamatan, 49 kelurahan, dan 258 desa (Permendagri Nomor 66 Tahun 2011). Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Kolaka di barat, Konawe Utara di timur, Konawe Selatan di selatan, serta Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah di bagian utara.
Daftar Kepala Daerah Kabupaten Konawe
Kepemimpinan Kabupaten Konawe telah mengalami pergantian dari masa ke masa, baik bupati definitif maupun penjabat sementara. Berikut adalah daftar lengkapnya:
Bupati Definitif
| No | Nama Bupati | Partai | Masa Jabatan | Periode | Wakil Bupati | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Anas Bunggasi | Non Partai | 1988 – 1993 | 6 | – | – |
| 2 | Razak Porosi (1939–2014) | Non Partai | 1993 – 2003 | 7 | – | – |
| 3 | Lukman Abunawas (lahir 1958) | Golkar | 2003 – 2008 | 9 | Tony Herbiansyah | – |
| 4 | Lukman Abunawas | Golkar | 17 Jun 2008 – 17 Jun 2013 | 10 | Masmuddin | – |
| 5 | Kery Saiful Konggoasa (lahir 1966) | PAN | 17 Jun 2013 – 17 Jun 2018 | 11 | Parinringi | – |
| 24 Sep 2018 – 24 Sep 2023 | 12 | Gusli Topan Sabara (2018–2021) | Wakil meninggal dunia | |||
| 6 | Yusran Akbar (lahir 1979) | Golkar | 20 Feb 2025 – sekarang | 13 | Syamsul Ibrahim | Petahana |
Penjabat / Pelaksana Tugas
| Nama | Status | Masa Jabatan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Konggoasa | Penjabat | 1973 | Transisi |
| Parinringi | Plt | 15 Feb – 17 Jun 2018 | Transisi jelang pelantikan definitif |
| Asriani Porosi | Plh | 17 – 21 Jun 2018 | Transisi |
| Tasman Taewa | Penjabat | 21 Jun – 24 Sep 2018 | – |
| Harmin Ramba | Penjabat | 25 Sep 2023 – 15 Agu 2024 | – |
| Stanley | Penjabat | 15 Agu 2024 – 20 Feb 2025 | – |
Kehadiran pejabat sementara memastikan roda pemerintahan tetap berjalan saat terjadi masa transisi atau ketika bupati definitif berhalangan.
Potensi Ekonomi Kabupaten Konawe
1. Sektor Pertambangan
Konawe bersama Konawe Utara dikenal sebagai wilayah dengan potensi mineral strategis, terutama nikel laterit, besi laterit, dan emas. Pemerintah menetapkan kawasan ini sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Soroako. Namun, tata kelola harus hati-hati agar tidak mengganggu sektor pangan.
2. Sektor Pertanian dan Perkebunan
Konawe adalah lumbung pangan regional di Sulawesi Tenggara. Komoditas utama meliputi padi sawah, jagung, dan ubi kayu. Untuk perkebunan, produk unggulan meliputi kakao, kopi, jambu mete, kelapa, cengkeh, lada, dan pala. Infrastruktur seperti Bendungan Wawotobi dan Bendungan Ameroro menopang ketahanan pangan sekaligus berfungsi sebagai objek wisata.
3. Sektor Perikanan dan Kelautan
Dengan garis pantai yang luas, sektor ini masuk kategori sektor basis (LQ > 1). Produksi udang vaname di Desa Watumeeto adalah salah satu unggulan ekspor. Sektor ini diproyeksikan sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan, lebih stabil dibanding ketergantungan pada pertambangan.
Pembangunan dan Arah Kebijakan 2024–2026
Tema pembangunan Kabupaten Konawe 2024 adalah:
“Mendukung Pelaksanaan Pemilukada dan Transformasi Pelayanan menuju Smart Pelayanan Publik.”
Lima Prioritas Utama:
-
Peningkatan kualitas SDM.
-
Penguatan reformasi birokrasi.
-
Pemerataan infrastruktur.
-
Pertumbuhan ekonomi berkeadilan.
-
Lingkungan yang layak huni.
Fokus utama diarahkan pada penghapusan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting, dengan mengintegrasikan program sosial ke dalam sektor-sektor utama seperti pertanian, perikanan, dan CSR pertambangan.
Destinasi Wisata Unggulan Konawe
Selain potensi ekonomi, Konawe juga menawarkan berbagai destinasi wisata:
- Pulau Bokori – pulau romantis untuk bulan madu.
- Pantai Toronipa – pasir putih dan laut biru kehijauan.
- Air Terjun Solomeronda – aliran lembut seperti hujan di Lambuya.
- Puncak Ahuawali – panorama savanna saat senja.
- Bendungan Wawotobi – wisata air sekaligus penopang irigasi.
- Bendungan Ameroro – kawasan irigasi megah sekaligus penopang sistem perairan dan pertanian
- Makam Raja Lakidende – situs sejarah penting masyarakat Konawe.
Kesimpulan Analitis
Kabupaten Konawe memiliki dualisme potensi ekonomi: sumber daya mineral strategis di satu sisi dan sektor basis berkelanjutan seperti pertanian dan perikanan di sisi lain. Tantangan utama adalah mencegah ketergantungan berlebihan pada tambang yang dapat mengorbankan sektor pangan.
Keberhasilan Konawe dalam periode 2024–2026 akan ditentukan oleh:
-
Harmonisasi tata ruang antara lahan pertanian dan tambang.
-
Akselerasi program sosial untuk penghapusan kemiskinan ekstrem dan stunting.
-
Investasi infrastruktur multi-fungsi yang mendukung pangan, perikanan, dan pariwisata.
Dengan arah kebijakan yang terintegrasi, Konawe berpotensi menjadi model pembangunan daerah yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.



