Jenazah Nisa Nur Hafizah Tiba di RS Bhayangkara Kendari untuk Autopsi

RS Bhayangkara KendariKendari, 13 September 2025 – Jenazah Nisa Nur Hafizah (4), anak perempuan asal Desa Tolu Wonua, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, tiba di RS Bhayangkara Kendari pada Sabtu siang. Nisa sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis (11/9) dan ditemukan meninggal dunia di kebun warga dalam sebuah karung, Sabtu pagi (13/9).
Kedatangan Jenazah di RS Bhayangkara
Pantauan di lokasi, mobil ambulans yang mengangkut jenazah Nisa bersama keluarga tiba di rumah sakit sekitar pukul 13.00 Wita. Setibanya di lokasi, jenazah langsung dibawa ke ruang kamar jenazah untuk dilakukan proses autopsi oleh tim Dokpol RS Bhayangkara Kendari.
Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam, membenarkan rencana autopsi tersebut. “Rencananya diautopsi,” ujarnya singkat kepada wartawan.
Proses Autopsi dan Penyelidikan Polisi
Menurut keterangan kepolisian, autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Nisa. Hasil autopsi akan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana yang menimpa korban.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus ini dan melakukan penyelidikan intensif untuk menemukan pelaku. Garis polisi telah dipasang di lokasi penemuan jenazah di Desa Tolu Wonua. Sejumlah saksi juga mulai dimintai keterangan untuk menguatkan proses penyidikan.rs
Kronologi Sebelum Penemuan
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nisa dilaporkan hilang sejak Kamis (11/9). Saat itu, korban terakhir terlihat sedang bermain dengan teman-temannya di kebun yang tidak jauh dari rumah. Namun, Nisa pulang lebih dahulu dan setelah itu keberadaannya tidak diketahui.
Pencarian dilakukan oleh keluarga, warga, dan pihak berwenang sejak Jumat (12/9). Sayangnya, korban akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam karung di kebun warga, Sabtu pagi (13/9). Penemuan tersebut mengejutkan warga Desa Tolu Wonua dan membuat suasana duka mendalam.
Harapan dan Dukungan
Keluarga korban berharap proses autopsi dan penyelidikan dapat segera mengungkap penyebab kematian serta menangkap pelaku. Warga desa setempat juga terus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Polisi juga meminta agar tidak ada pihak yang menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini.




