BeritaDaerahKendarisultra

WNA Asal Prancis Jadi Korban Begal di Kendari

Konawe.info, KENDARI – Citra Kota Kendari yang dikenal dengan keramahan warganya harus tercoreng oleh aksi kejahatan jalanan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA). Seorang wanita asal Prancis, berinisial E (25), harus merasakan pengalaman traumatis saat menjadi korban perampasan atau Begal di Kendari oleh dua pria tak dikenal. Peristiwa nahas ini terjadi di tengah keramaian sore hari di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, pada Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 16.39 WITA.

Insiden ini tidak hanya meninggalkan luka fisik dan kerugian materi, tetapi juga luka mendalam pada kepercayaan korban terhadap lingkungan sekitar. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa kewaspadaan adalah kunci utama keselamatan, bahkan di kota yang terasa paling ramah sekalipun.

Kronologi Kejadian: Kepercayaan yang Dibalas Kejahatan

Kisah pilu ini berawal dari aktivitas rutin E. Sore itu, ia berjalan kaki seorang diri dari tempat laundry untuk kembali ke penginapannya. Selama berada di Kendari, E mengaku sudah terbiasa dengan sapaan ramah dari orang-orang yang tidak ia kenal. Oleh karena itu, ketika dua orang pria yang berboncengan sepeda motor mendekatinya, ia sama sekali tidak menaruh curiga. Ia mengira mereka adalah warga lokal yang hanya ingin menyapa, sebuah interaksi yang sering ia alami dan nikmati.

“Saya kira teman mau tegur. Biasa ada orang tegur yang mungkin saya lupa. Jadi saya tidak curiga,” tutur E saat memberikan keterangan pada hari Rabu (24/9/2025).

Namun, dugaannya salah besar. Keramahan yang ia sangka ternyata hanyalah kedok para pelaku kejahatan. Dalam sekejap, situasi berubah menjadi mimpi buruk. “Ternyata orang jahat,” lanjutnya dengan nada getir.

Salah satu pelaku yang duduk di boncengan dengan cepat dan kasar menarik kalung yang melingkar di lehernya. Tarikan yang begitu kuat tidak hanya berhasil merampas perhiasan senilai belasan juta rupiah tersebut, tetapi juga meninggalkan luka goresan yang menyakitkan di leher E.

Sontak, E panik dan menangis sejadi-jadinya. Ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar, berharap ada yang bisa menghentikan para pelaku. Akan tetapi, kedua pelaku berhasil tancap gas dan kabur dari lokasi kejadian, menghilang di antara keramaian jalan. Ditemani oleh rekannya, E yang masih terguncang langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari.

Respons Cepat Pihak Kepolisian

Laporan dari WNA tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa laporan korban telah diterima secara resmi dan kini kasusnya tengah dalam penyelidikan intensif.

“Laporan korban sudah kami terima. Saat ini, tim di lapangan sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran untuk mengidentifikasi serta menangkap para pelaku,” ujar AKP Welliwanto Malau. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini demi memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kendari.

Sudut Pandang Redaksi:  Hindari Kejahatan Jalanan Begal di kendari

Kasus yang menimpa E adalah pelajaran berharga bagi siapa saja, baik turis mancanegara maupun domestik. Kendari, seperti banyak kota lain di Indonesia, pada dasarnya adalah tempat yang aman dengan masyarakat yang ramah. Namun demikian, pelaku kejahatan selalu mencari celah dari kelengahan korbannya.

Untuk itu, redaksi merangkum beberapa tips aman berwisata yang relevan dengan kasus ini, agar perjalanan Anda tetap menyenangkan dan terhindar dari marabahaya:

1. Tingkatkan Kewaspadaan Lingkungan (Situational Awareness)

Ini adalah aturan nomor satu. Saat berjalan kaki, selalu perhatikan lingkungan sekitar Anda. Sadari siapa yang berjalan di depan atau di belakang Anda. Hindari terlalu fokus pada ponsel atau mendengarkan musik dengan earphone yang bisa mengurangi kepekaan Anda terhadap suara mencurigakan, seperti deru motor yang mendekat tiba-tiba.

2. Hindari Memamerkan Barang Berharga

Kalung, gelang emas, jam tangan mewah, atau kamera yang menggantung di leher adalah undangan terbuka bagi para penjahat. Saat menjelajahi area publik, terutama dengan berjalan kaki, ada baiknya:

  • Simpan perhiasan di tempat aman (misalnya brankas hotel).
  • Masukkan kamera ke dalam tas saat tidak digunakan.
  • Hindari mengeluarkan dompet tebal atau tumpukan uang tunai di tempat umum.

3. Berjalan Melawan Arah Lalu Lintas

Ini adalah trik sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penjambretan dari pengendara motor. Dengan berjalan di sisi jalan yang berlawanan dengan arah arus kendaraan, Anda dapat melihat siapa saja yang datang dari arah depan. Dengan begitu, pelaku akan kesulitan untuk mendekati Anda dari belakang secara diam-diam.

4. Jaga Jarak Aman Saat Didekati Orang Asing

Meskipun berinteraksi dengan warga lokal adalah bagian dari pengalaman berwisata, tetaplah menjaga kewaspadaan. Jika didekati oleh orang asing yang mencurigakan di atas motor, jangan langsung berhenti. Teruslah berjalan sambil menjaga jarak aman. Jawab sapaan mereka dengan ramah namun singkat, dan segera cari tempat yang lebih ramai jika merasa tidak nyaman.

5. Pertimbangkan Transportasi Alternatif

Jika Anda harus bepergian ke tempat yang agak sepi atau pada malam hari, pertimbangkan untuk menggunakan transportasi yang lebih aman seperti taksi atau layanan ojek/taksi online yang terpercaya. Biaya tambahan yang dikeluarkan sepadan dengan keselamatan Anda.

6. Simpan Kontak dan Informasi Penting

Sebelum bepergian, simpan nomor darurat kepolisian setempat (110 di Indonesia) di ponsel Anda. Catat juga alamat dan nomor telepon kedutaan atau konsulat negara Anda. Jika terjadi sesuatu, Anda tahu siapa yang harus dihubungi.

Pada akhirnya, kasus ini harus menjadi pengingat bagi kita semua. Menikmati liburan bukan berarti melupakan keselamatan. Dengan tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana, kita dapat meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan dan memastikan kenangan liburan kita tetap indah.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button