BeritaKonawe selatan

Pembunuhan Anak di Konsel: Polisi Ungkap Kasus Berkat Sandal dan K9

Konawe Selatan – Jajaran Polres Konawe Selatan (Konsel) menunjukkan respons luar biasa dalam mengungkap kasus pembunuhan anak perempuan berusia lima tahun. Hanya dalam enam jam setelah penemuan jasad, polisi berhasil membekuk pelakunya, A (21), yang ternyata adalah tetangga korban. Penangkapan ini menjadi sorotan berkat peranan penting dari petunjuk sederhana dan anjing pelacak K9.

Awal Mula Penyelidikan Cepat

Jasad korban, NNH, ditemukan terbungkus karung di sebuah kebun di Desa Tolu Wonua, Kecamatan Mowila, pada Sabtu (13/9) pagi. Peristiwa tragis ini segera memicu respons cepat dari tim kepolisian. Kapolres Konsel, AKBP Febry Sam, menjelaskan bahwa petunjuk awal yang sangat krusial adalah ditemukannya sepasang sandal korban di rumah pelaku.

Untuk menguatkan dugaan awal, tim kepolisian langsung mengerahkan dua anjing pelacak K9. Kedua anjing tersebut secara konsisten mengarahkan petugas ke rumah A. Di dalam rumah, polisi juga menemukan pakaian korban di kamar pelaku, yang semakin memperkuat bukti bahwa A adalah orang terakhir yang bersama korban.

Pengakuan Pelaku dan Kronologi Kejadian

Berbekal bukti-bukti yang kuat, polisi bergerak cepat mengamankan A yang saat itu sedang bekerja di kebun Desa Tetesingi. Meskipun sempat menyangkal, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya setelah diinterogasi intensif oleh Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP La Ode Muhammad Jefri Hamzah.

Pengakuan A mengungkap fakta yang mengejutkan. Ia mengaku awalnya membujuk NNH masuk ke rumahnya. Di dalam kamar, A melakukan pelecehan seksual. Saat korban melawan, pelaku panik dan membekap wajah korban dengan bantal hingga tewas. Jasad korban kemudian disembunyikan di dalam koper, sebelum dipindahkan ke karung dan dibuang di kebun. Ironisnya, A bahkan sempat bergabung dalam tim pencarian dan berusaha mengarahkan tim ke lokasi yang salah untuk mengelabui petugas.

Hasil Autopsi dan Imbauan untuk Warga

Hasil autopsi dari Tim Dokpol RS Bhayangkara Kendari mengonfirmasi penyebab kematian NNH adalah mati lemas. Adanya luka dan sobekan pada alat vital korban juga menguatkan dugaan tindak pelecehan seksual. Kasus ini telah ditangani secara serius, dan pelaku kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Febry Sam mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. Ia meminta warga untuk sepenuhnya memercayakan proses hukum kepada kepolisian.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button